Selamat Hari Ibu

Wednesday, December 22, 2010

Hari ini, tanggal 22 Desember, kita semua memperingati Hari Ibu. Begitu istimewanya seorang ibu, sehingga ada penetapan tanggal untuk memperingatinya. Seperti yang terjadi di kantor temenku, mereka mengadakan upacara untuk memperingati hari ibu. Hmm..kalau di kantorku sih tidak ada upacara.

Ngomong-ngomong soal peringatan Hari Ibu, memang sosok ibu begitu istimewa.

1. Surga itu di bawah telapak kaki ibu

2. Apabila memanggilmu dua orang, ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu

3. Aisyah r.a. berkata ” Aku bertanya pada Rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda “suaminya”. Siapa pula berhak terhadap lelaki?” jawab Rasulullah SAW “Ibunya”


4. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan

5. Apabila seorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT

6. Apabila seorang perempuan melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan

7. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan

8. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT

Ya Allah... begitu istimewanya seorang ibu, sehingga ridha dan murka Allah tergantung pada ridha dan murkanya. Ga bisa dibayangkan bagaimana jika seorang ibu sudah murka kepada anaknya. Naudzubillah...
Saya jadi teringat cerita tentang Malin Kundang. Suatu cerita yang sangat terkenal bahkan terkenang sampai saat ini. Bahkan ceritanya pernah dibuat sinetron. Yang belum tahu, mungkin saya akan cerita sedikit.

Jadi, Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang tinggal dengan ibunya saja karena ayahnya sudah meninggal. Ibunya merawat Malin dengan penuh kasih sayang, mencukupi kebutuhannya semampu yang dia lakukan, memberi yang terbaik untuknya. Sampai suatu hari, ketika Malin sudah besar dia ingin merantau dan bekerja, ibunya dengan ikhlas melepas kepergiannya. Dengan restu dan ridha ibunya, Malin akhirnya menjadi seorang yang sukses (kaya raya dan terkenal). Tetapi karena kesuksesan itu, dia malu mengakui bahwa dia lahir dari seorang ibu yang miskin dan tinggal di tanah kelahirannya. Karena kejadian itu, ibunya merasa sakit hati sehingga murka. Dan dalam cerita itu, Malin akhirnya dikutuk menjadi batu.

Begitulah, cerita Malin Kundang ini saya baca pertama kali waktu SD. Dan karenanya, saya termasuk anak yang penurut dan sebisa mungkin tidak ingin menyakiti hati ibu. Meskipun, tidak jarang juga saya melanggar larangan ibu (hehe, maafkan anakmu ini bu..). Tetapi, sekarang saya mulai mengerti...

You Might Also Like

0 comments