Catatan Jalan-Jalan

Ke Solo, Jalan-jalan Kemana?

Wednesday, August 27, 2014

Salah Satu Contoh Peta Arah Kawasan Solo



 
Libur lebaran tahun ini lumayan lama sekitar satu minggu, ditambah saya mengambil cuti tahunan lima hari kerja jadilah libur lebaran saya dan suami menjadi dua mingguan. Kesempatan libur seperti ini kami manfaatkan untuk jalan-jalan bersama keluarga. Salah satu tujuan wisata kami ke kota Solo. 

Kota Solo atau Surakarta ini lumayan dekat dengan kota kelahiran saya, Madiun.
Kami berangkat dari rumah pagi hari sekitar jam 7 sampai Solo sekitar jam 10. Tujuan pertama adalah Keraton Surakarta dan sekitarnya. Dari kawasan keraton, kami jalan kaki menuju ke Pasar Klewer untuk melihat koleksi batik. Suami saya memborong blankon untuk dipakai foto keluarga besar nanti. Satu blankon dihargai Rp. 25.000,- setelah acara tawar menawar. Oiya, sudah menjadi informasi umum kalau belanja di Pasar Klewer kita harus bisa nawar harga jika tidak mau dibanderol harga tinggi. Karena tidak bisa menawar, akhirnya saya tidak berani membeli batik di sini. Takut kena harga mahal. Kami pun memutuskan makan siang di warung makan depan Masjid Agung, tepat di seberang Pasar Klewer. Makanannya enak-enak lho. Saya memesan garang asem, sedangkan suami dan orang tua saya memesan kupat tahu.

Masjid Agung Keraton Surakarta


Kami melaksanakan sholat Dzuhur di Masjid Agung. Suasana masjid waktu itu ramai sekali. Banyak pengunjung beristirahat di pelataran masjid. Bagian dalam masjid pun dipenuhi dengan beberapa jamaah laki-laki dan perempuan. Enak sekali beristirahat di Masjid Agung ini, rasanya adem. Air wudhunya dingin dan segar. Kamar mandinya juga bersih. Anak saya (Faiza) senang berlarian di pelataran masjid. Setelah puas beristirahat sejenak, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju Kampung Batik Kaoeman. 

Di Solo terdapat dua kampung batik. Kampung Batik Kaoeman yang berada di belakang Masjid Agung dan Kampung Batik Laweyan yang letaknya kurang lebih 3 km dari lingkungan keraton. Kami memutuskan untuk pergi ke Kampung Batik Kaoeman saja yang jaraknya lebih dekat dan bisa naik becak dengan tarif Rp. 5000,- saja (sudah PP). Yeay Yeay!! Akhirnya Faiza naik becak....

Kami pun diantar bapaknya ke lokasi kampung batik yang menyediakan harga grosir. Setelah melihat-lihat dari satu rumah ke rumah lainnya dan tidak ada yang cocok, kami pun meminta bapaknya mengantar kami ke rumah batik "Gunawan Setiawan". Dari hasil searching di Google, rumah batik Gunawan Setiawan ini katanya wajib dikunjungi. Ternyata, tempatnya putar balik dari lokasi rumah batik yang grosiran. Benar saja, setelah sampai di lokasi rumah batik "Gunawan Setiawan" kesan elegan langsung terasa. Rumahnya tertata apik, dengan koleksi batik yang tidak pasaran dan modelnya pun bagus-bagus. Tapi, memang sih kalau yang bagus itu harganya juga bagus. Harga batik di sini ada yang ratusan ribu sampai ratusan juta. 

Dress anak saya harganya Rp. 175 ribu. Sedangkan kemeja batik suami saya harganya Rp 350 ribu. Saya pun menahan diri untuk tidak tertarik membeli, meskipun sebenarnya mupeng juga. Kata suami saya, "Cukuplah bajumu setumpuk di lemari." Hahaha, benar juga sih kemarin sebelum lebaran saya sudah belanja baju duluan. Ya sudah deh, akhirnya yang tidak beli saya sendiri.

Oiya, di rumah batik "Gunawan Setiawan" ini kita bisa menyaksikan pekerjanya membuat batik. Ada yang membuat pola, mewarnai dengan canting. Proses membuat batik bisa kita saksikan di rumah ini. Kalau lagi ada jadwal workshop, kita pun bisa mencoba membuat batik. Sayangnya waktu kami datang, sedang tidak ada jadwal workshop.

Setelah puas di sini, kami pun diantar kembali bapaknya ke Keraton. Kami pun melaksanakan sholat Ashar di Masjid Agung kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju kota Yogyakarta untuk menyaksikan Sendratari Ramayanan Prambanan.

Catatan Review Buku

Sunset Bersama Rosie, Novel yang Mengaduk Rasa

Friday, August 22, 2014


Novel karya Tere Liye ini bercerita tentang kehidupan cinta antara Rosie, Tegar, Nathan dan Sekar. Rosie dan Tegar adalah sahabat sejak kecil. Banyak pengalaman yang mereka lalui bersama, menjadi kenangan indah berdua. Mereka berdua tumbuh dengan asuhan Oma (nenek Rosie). Satu hal yang menjadi kebiasaan mereka adalah melihat sunset di Bukit Gunung Rinjani.

Ketika dewasa, Tegar mengenalkan teman baru kepada Rosie yaitu Nathan. Pada saat mereka melakukan pendakian ke Gunung Rinjani, Nathan menyatakan cinta ke Rosie tepat ketika sunset. Tegar yang semula merencanakan hal yang sama, memilih untuk kabur dan menghilang mengetahui hal tersebut. Pada akhirnya, Rosie dan Nathan menikah. Mereka memiliki anak-anak yang lucu dan cerdas bernama Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. 

Tegar menghilang dan memilih kehidupan di kota padat Jakarta. Di Jakarta, Tegar memiliki karir yang gemilang dan juga kekasih yang sangat mencintainya bernama Sekar. Mereka juga telah merencanakan pernikahan. Waktu mempertemukan kembali Tegar dengan keluarga Rosie ketika mereka sengaja menemui Tegar di apartamennya. Mendapat kunjungan dadakan seperti itu, Tegar terkejut dan pada akhirnya menerima mereka sebagai bagian dari kehidupannya. Walaupun Tegar tidak bisa melupakan kejadian masa lalunya, tetapi Tegar mencintai keluarga Rosie. Begitu juga sebaliknya, Tegar telah menjadi bagian dari keluarga Rosie dan Nathan.

Sampai suatu ketika, terjadi ledakan bom di Jimbaran, Bali. Keluarga Rosie menjadi salah satu korban dalam kejadian tersebut. Nathan meninggal, Sakura mengalami luka di kaki dan tangannya sehingga harus memakai kursi roda. Rosie mengalami trauma dan depresi berat akibat kepergian Nathan. Karena kejadian tersebut, Tegar yang merasa menjadi bagian dari keluarga itu memilih untuk mengurusi segalanya sampai keluarga Rosie bangkit. Tegar meninggalkan karirnya yang gemilang di Jakarta termasuk meninggalkan Sekar yang sangat mencintainya.

Akhir cerita, setelah semua keadaan pulih, Tegar kembali ke Jakarta untuk menikahi Sekar. Di saat yang sama, Tegar mengetahui dari Oma bahwa sebenarnya Rosie mencintai Tegar sejak pertama kali sebelum mengenal Nathan. Tegar sempat mengalami kebimbangan, namun Tegar terlanjur mencintai Sekar dan tidak ingin melukai hati gadis itu untuk kedua kalinya. 

Pada akhirnya? Lebih baik teman-teman membaca sendiri novelnya. Penasaran?


Catatan Kuliner

Kopitiam QQ Pacific Place

Thursday, August 21, 2014

Kira-kira sebulan yang lalu, saya bersama rekan kerja makan siang di Kopitiam QQ Mall Pacific Place. Karena saya belum pernah makan di restoran ini, saya pun menanyakan ke pramusajinya menu apa yang "recommended" atau disarankan di sini. Kata mbak-mbak pramusajinya, kalau dalam daftar menu ada tanda Jempol berarti itu yang ENAK.

Saya pun menjatuhkan pilihan untuk memesan Kwetiau Kangkung Terasi dan minumnya Teh O Peng. Kalau bu Ari memesan Nasi Goreng Teri Medan dan minumnya... hmm lupa. Untuk makanan pembuka, bu Ari memesan seporsi pisang goreng. Pisang gorengnya enak, disajikan dengan selai srikaya. Jadi makannya dicolek-colek ke selai srikayanya agar rasanya manis.

Makanan utama sudah datang. Disajikan dengan menggunakan hot clay pot untuk menjaga agar makanan tetap panas. Dari penampakannya saya sudah tidak sabaran untuk makan. Setelah diicip rasa kuahnya, whaaaa... memang benar-benar mantap sesuai dengan review jempolnya. Bagi pecinta masakan pedas, menu ini wajib coba karena memang T O P.

Kwetiau Kangkung Terasi yang Pedas Pedas Nikmat....

Kalau untuk minumnya, seperti restoran Kopitiam lainnya menyajikan minuman seperti Teh O, Teh O Peng, Jus, dll. Teh O itu artinya teh manis panas. Kalau Teh O Peng artinya teh manis dingin.

Teh O Peng