Ibu Hamil, Jangan Kurang Folat!

Thursday, December 15, 2011

Folat penting untuk membantu pembelahan sel, cegah anemia dan antidepresan. Kekurangan asam folat pada ibu hamil, bisa timbulkan risiko tinggi kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang bayi yang dilahirkan.

Sebagian ibu pasti sudah tahu bahwa asam folat amat berperan untuk memproduksi DNA (Deoxyribose Nucleic Acid). Folat juga penting untuk membantu pembelahan sel. Asam folat juga bisa mencegah anemia dan menurunkan risiko terjadinya NTD (Neural Tube Defects) dan sebagai antidepresan. Tahukah Bunda, apa yang akan terjadi pada janin (dan juga Bunda) bila kurang asupan folat pada masa hamil?


Kekurangan asam folat pada ibu hamil, bisa timbulkan risiko tinggi kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang bayi yang dilahirkan. Para ibu rata-rata tidak tahu dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Padahal, kebutuhan asam folat untuk ibu hamil harus disiapkan sejak sebelum kehamilan.
Kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, berat badan rendah, down's syndrome, dan kelainan pembuluh darah. Rusaknya lapisan pelindung pembuluh darah bisa menyebabkan tali pusat lepas sebelum waktunya. Kelainan lain yang mungkin terjadi adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan saat dewasa tidak mengalami menstruasi.
Pada ibu hamil kekurangan folat menyebabkan meningkatnya risiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu, dan pucat.

Karena itu, Bunda harus rajin mengkonsumsi makanan yang kaya asam folat seperti brokoli, jeruk, bayam, roti dan susu. Kini susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung asam folat. Sebenarnya hati sapi juga dikenal mengandung folat tinggi, hanya saja kandungan vitamin A pada hati sapi cukup tinggi. Pemberian vitamin A pada ibu hamil tidak dianjurkan karena menyebabkan gangguan kehamilan. Oleh sebab itu, ganti hati sapi dengan susu. Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/hari atau sama dengan dua gelas susu.

Sumber : Majalah Ayah Bunda

You Might Also Like

0 comments