Mendengar tawaran seperti itu tentu saja dia tidak menolak. Singkat cerita, akhirnya diputuskan kalau besok ke TMII.
"Kak, jadi ke taman mini ga? Kalau jadi mandi sekarang. Kalau ga jadi, ya udah..."
"Jadi jadi."
Bergegas ke kamar mandi dengan semangat. Kalau ada tujuan yang jelas, gampang juga ya nyuruh Faiza mandi.
"Kak, mau kemana dulu kita? Naik kereta gantung mau?"
"Hmm...ga ah takut. Nanti gimana turunnya?"
"Turunnya ya lewat tangga. Tuh liat, seperti itu. (Sambil nunjuk ke arah wahana kereta gantung). Nanti kita bisa liat pemandangan dari atas. Seru deh."
Seperti biasa, dia tampak mikir sebentar. Lalu mengikuti kita ke loket.
"Reptil itu apa sih?" (kepo)
"Reptil itu seperti ular..."
"Ya, aku mau."
"Bunda ga usah takut... Aku aja berani."
"Bunda kenapa takut? Kan ularnya di dalam kaca."
Hadeeeh ini anak. Kan ketahuan kan jadinya. Tapi lucunya, pas dia ditawarin foto sama ular, dia ga mau. Sampai diledekin Om-nya. "Gitu aja takut."
"Kak, mau main apa?"
"Aku mau ke taman dino."
Kirain gratis, ternyata bayar lagi per orang Rp. 30.000,-
Di taman dino, kita disuruh jalan nanti di sepanjang jalan yang kita lewati ada boneka patung dinosaurus yang bisa gerak-gerak dan mengeluarkan suara seperti dinosaurus zaman dulu. Ada yang nyemburin air juga. Alhamdulillah ga kena semburannya.
"Engga, takut."
"Lha terus mau naik apa?"
Sambil jalan, sambil lihat-lihat dia. Terus minta naik mobil tanjakan. Kemudian ke arena pojok edukasi melihat-lihat anak domba, anak unta sama kuda poni. Terus...dia minta naik kuda poni dong.
#Level1
#Harike3
#KuliahBunSayIIP
#KomunikasiProduktif
